Friday, August 4, 2017

APARATUR DESA GLAGGA





Aparatur Desa merupakan sebagian warga desa yang bertugas menjadi perangkat atau alat yang memiliki fungsi mengatur pemerintahan desa serta beberapa hal penting yang berkenaan dengan desa tersebut. Aparatur desa juga mempunyai wewenang yang harus dipatuhi oleh warga desa tersebut, desa Glagga merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Arosbaya kabupaten Bangkalan yang memiliki struktur organisasi yang tidak begitu lengkap, salah satunya tidak adanya rukun warga dan rukun tetangga pada tiap dusunnya yang bertugas membantu kepala dusun.
Aparatur Desa Glagga terdiri dari Kepala Desa, Badan Pembantu Desa (BPD), Sekretaris Desa, Kepala Urusan (KAUR), Bendahara Desa, dan Kepala Dusun. Kepala Desa memiliki wewenang tertinggi dalam menjalankan pemerintahannya di Desa Glagga, tugas utamanya menyelenggarakan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama dengan Badan Pembantu Desa (BPD), untuk membina desa dan membangun desa. Badan Pembantu Desa (BPD) mempunyai fungsi menetapkan peraturan desa bersama Kepala Desa serta menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Glagga. Sekretaris Desa memiliki tugas pokok membantu Kepala Desa dalam pengelolaan administrasi Desa Glagga.
Dalam struktur organisasinya Desa Glagga mempunyai anggota KAUR (kepala urusan) yang lengkap yang terdiri dari KAUR PEM ( Kepala Urusan Pembangunan), KAUR PM (Kepala Urusan Pemerintahan), KAUR KESRA (Kepala Urusan Kesejahteraan Masyarakat), KAUR Umum dan KAUR Keuangan. Sedangkan untuk tiap dusun Desa Glagga diketuai oleh masing- masing Kepala Dusun atau Pamong yang bertugas membantu Kepala Desa dalam wilayah dusun seperti mengkoordinasi jalannya pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat di wilayah dusunnya.




SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA KKN 40 UTM 2017






Kamis, 27 Juli 2017 KKN Tematik UTM 2017 Kelompok 40 mengadakan kegiatan sosialisasi tentang narkoba di SMP Darul Hidayah, yang terletak di dusun Morsabe desa Glagga. Sosialisasi diikuti oleh siswa-siswi kelas 3 dengan pembicara dari Kapolsek kecamatan Arosbaya, yaitu bapak Irawan. Selain itu kami juga mengundang bapak apel dusun Morsabe.
                Kurangnya informasi tentang bahaya narkoba menjadikan alasan kami untuk mengadakan sosialisasi di SMP Darul Hidayah. Kebanyakan siswa sekarang suka coba-coba dengan hal-hal baru seperti narkoba, tetapi mereka tidak mengetahui apa dampak yang ditimbulkan. Penyebaran narkoba juga begitu cepat merambah di kalangan pelajar. Berbagai jenis narkoba dikemas dengan bermacam-macam bentuk, misal permen, makanan, dan sebagainya.
                Diadakannya sosialisasi ini diharapkan mampu mengurangi jumlah pengguna narkoba di kalangan pelajar. Siswa sebagai generasi penerus bangsa merupakan “agent of change” yang sangat berperan demi kemajuan bangsa. Melalui pelajar negara bisa maju atau malah sebaliknya. Generasi yang baik adalah generasi yang mampu merubah dan membuat perubahan yang lebih baik lagi untuk kesuksesan suatu negara.
                Siswa-siswi SMP Darul Hidayah begitu antusias mengikuti sosialisasi ini. Wajah polos dan lugu terlihat dari wajah mereka. Sepertinya mereka belum mengetahui informasi banyak tentang apa itu narkoba. Sehingga mereka begitu seksama mendengarkan penjelasan dari pemateri.  Selain itu mereka diberi kesempatan untuk bertanya seputar narkoba. Respon yang baik dari para peserta membuat kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar. Acara sosialisasi ini juga sangat terbantu karena kesediaan bapak Irawan untuk menjadi pemateri dalam sosialisasi ini.

PEKAN SEHAT DESA GLAGGA






Minggu pagi KKN Tematik UTM 2017 kelompok 40 melaksanakan senam bersama warga desa Glagga. Senam dilaksanakan di halaman rumah bapak H. Amin Jakfar selaku Kepala desa Glagga, atau yang sering dipanggil dengan sebutan bapak klebun. Dalam bahasa madura, klebun artinya kepala desa. Peserta senam meliputi seluruh anggota KKN 40, keluarga bapak klebun, dan anak-anak sekitar rumah pak klebun. Antusias warga akan senam bersama kurang, sehingga pelaksanaan senam belum bisa menjangkau para warga sekitar. Selain itu sibuknya aktivitas warga di pagi hari menjadi kendala utama. Jauhnya jarak rumah warga juga menyebabkan warga enggan mengikuti senam bersama. Meskipun begitu, senam bisa berjalan dengan lancar.
Kegiatan senam bersama membuat tali persaudaraan diantara anggota KKN dengan keluarga bapak Klebun semakin erat. Kami mengikuti beberapa senam, diantaranya senam poco-poco dan gemufamire. Instruktur senam gemufamire dari salah satu anggota KKN dan senam poco-poco dari salah satu anggota keluarga bapak klebun. Senam bersama membuat kami bisa semakin akrab dengan keluarga bapak klebun, karena kami bisa saling berkolaborasi senam.
Tidak hanya semakin akrabnya anggota KKN dengan keluarga bapak klebun, selain itu kami bisa akrab dengan anak-anak yang mengikuti senam bersama. Melalui informasi face to face, kami mampu mengajak anak-anak sekitar untuk mengikuti senam. Para peserta senam begitu antusias sehingga mereka langsung datang ke tempat senam sebelum acara di mulai. Para anak-anak terlihat begitu senang dan menikmati kegiatan ini. Setelah senam selesai, kami bermain bersama dengan anak-anak. Salah satu permainan yang kami mainkan adalah lompat tali. Anak-anak bisa tertawa lepas dengan permainan yang kami lakukan.