Showing posts with label desa glagga. Show all posts
Showing posts with label desa glagga. Show all posts

Sunday, December 25, 2022

Pembukaan KKN Tematik Kelompok 27, mendapat sambutan hangat dari warga Desa Glagga

 

    Sejak masa pandemi, kegiatan KKN tidak berlangsung selama full satu bulan namun hanya diadakan selama 4 pekan pada saat akhir pekan saja. Namun untuk pertama kalinya, sejak 2 tahun yang lalu UTM kembali mengadakan kegiatan KKN Tematik secara full satu bulan menginap di Desa. Pada jum'at 23 Desember 2022, Kelompok 27 KKN Tematik UTM berangkat dari Kamal, Bangkalan menuju lokasi KKN Tematik yaitu Desa Glagga, Kec.Arosbaya Kab. Bangkalan. Perjalanan menuju lokasi KKN Tematik yang umumnya dapat di tempuh selama 2 jam menghabiskan waktu lebih lama karena terhambat hujan dan kendala lain pada kendaraan yang digunakan. 

    Kelompok 27 memulai kegiatan KKN Tematik dengan melaksanakan acara pembukaan pada minggu 25 Desember 2022, yang dihadiri oleh perwakilan kepala desa dan apel dari setiap dusun yang ada di Desa Glagga. Acara pembukaan di mulai pada pukul 09:00 sampai pukul 10.30 WIB berlokasi di lapangan futsal milik salah satu warga desa Glagga. Acara pembukaan meliputi sambutan dari koordinator desa yaitu Ahmad Nidhomul Haq dan perwakilan dari desa yaitu saudara Syaiful. Kemudian di lanjut dengan pembukaan secara simbolis, pemotongan pita oleh Penanggung Jawab Kepala Desa Bapak Mujiyanto di dampingi oleh perwakilan Kepala Desa dan Koordinator Desa.

    Pada sambutannya, Koordinator Desa, saudara Nidhom menyampaikan bahwa Kelompok 27 akan sangat menerima masukan-masukan dari warga untuk kegiatan-kegiatan yang akan Kelompok 27 laksanakan dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan kedepan. Selain itu, di sampaikan juga bahwa kegiatan-kegiatan yang akan kelompok 27 laksanakan dengan tema "Optimalisasi Potensi Lokal Menuju Kemandirian Desa" sangat membutuhkan partisipasi warga desa, sehingga di mohon dengan sangat kerja sama dari para apel yang hadir. Saudara Nidhom juga menyampaikan salam dari Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Achmad Zain Nur S.Kom M.T yang pada saat itu berhalangan hadir. Di satu sisi, perwakilan dari kepala desa saudara Syaiful berpesan kepada kelompok 27 untuk menerapkan sopan santun ketika berinteraksi dengan warga dan disampaikan juga bahwa warga desa Glagga sangat menerima kedatangan peserta KKN Tematik kelompok 27 di desa mereka.

    Setelah kegiatan berakhir, perwakilan dari kelompok 27 meminta nomor handphone masing-masing apel untuk kemudian dibuatkan grup WhatsApp agar memudahkan komunikasi kelompok 27 dengan para warga terutama dalam hal menyebarkan informasi. Acara pembukaan berlangsung dengan sangat lancar dan khidmat.




Saturday, August 6, 2016

Potensi Desa

1.      Potensi pertanian
Salah satu potensi Desa Glagga yaitu dari segi pertanian. Dari segi pertanian potensi desa ini adalah jagung dan padi. Tanaman kacang tanah,jagung dan padi yang ada di desa sangatlah melimpah dibanding dengan tanaman lainnya.

Tabel. Potensi Pertanian Desa Glagga

            2. Tradisi Setempat (Karapan Kelinci)


Karapan kelinci merupakan kegiatan yang diisi untuk waktu luang yang dilakukan oleh warga setempat. Yang di perlombakan dari kegiatan ini yakni kecepatan kelinci untuk mencapai garis finish. Sama halnya dengan karapan sapi, babak baka pada karapan kelinci tidak jauh berbeda dengan karapan Sapi. Kelinci juga didandani secantik mungkin. Akan tetapi perbedaannya  kelinci yang di perlombakan tidak sepasang seperti kerapan sapi pada umumnya. Dalam perlombaan ini pemenang diberi hadiah oleh si empunya acara. Hadiah yang diberikan tidak tanggung tanggung bergantung siapa yang mengundang. Kebanyakan hadiah yang diberikan merupakan kebutuhan pokok sehari hari.

Sejarah Desa

Menurut cerita, Glagga dalam arti Bahasa Madura adalah “ Galak yang berarti Bengis”, sedangkan  “Gah berarti gagah dan berani menghadapi rintangan dan musuh”.

Dikisahkan pada zaman dahulu orang dari Desa Glagga merupakan warga yang suka berkelahi (Carok). Di sebuah dusun ada seorang pemuka Agama yang sangat disegani, tokoh tersebut selalu mendatangi orang-orang yang suka berkelahi dengan cara di elus, di emmong, dan di nasihati. Sehingga masyarakat yang di datangi tersebut patuh dan mengikuti apa yang dinasihatkan oleh pemuka Agama tersebut, masyarakat juga menyadari bahwa perbuatan yang mereka lakukan tidak benar. Kemudian dusun tersebut di namai dengan Dusun “Mong Mong”, sampai sekarang keturunan dari tokoh tersebut mendirikan Ponpes dan Sekolah untuk mendidik dan mengajarkan kebaikan. Kesimpulannya, Dusun Mong Mong mempunyai arti yaitu, “Mengayomi dan mengemong Masyarakat”.

Peta, Geografi, dan Demografi Desa Glagga

A. Peta Desa Glagga





B. Geografi Desa Glagga

Letak dan Luas Wilayah
Desa Glagga merupakan salah satu dari 18 desa diwilayah Kecamatan Arosbaya, yang terletak 3 km ke arah selatan dari kota kecamatan, Desa Glagga mempunyai luas wilayah seluas 614.143 ha. Adapun batas-batas wilayah desa Glagga, yaitu:


C. Demografi Desa Glagga